MATODUWOLO

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Segala puji dan pujaan hanya untuk sang penguasa hati dan seluruh jagad, tiada yang pantas disembah kecuali hanya kepada-Nya, Dialah Allah azawajallah tuhannya tuhan dan rajanya raja. Dan salam rindu teruntuk kekasih-Nya Muhammad bin Abdullah.

Blog ini di dedikasikan bagi semua pengunjung, dengan niat untuk berbagi informasi. Bukan untuk bergunjing atau memfitnah golongan atau perseorangan yang sempat termuat di blog ini. Blog ini juga diharapkan dapat memuat semua permasalahan atau isyu-isyu yang berkembang saat ini yang menyangkut segala bidang dan aspek kehiduapan, baik dalam skala global, nasional, regional maupun lokal.

Berikutnya, Insya Allah apa yang termuat dalam blok ini bisa bermanfaat bagi setiap pengunjung, paling tidak dapat menjadi payung hati yang kepanasan karena teriknya zaman atau juga dapat memayungi hati yang basah kuyup dari guyuran hujan ideologi. Satu pesan untuk kita semua "Imani diri sendiri..!!!''.

Demikian dari saya, mohon bantuan saran atau masukan lainnya yang bersifat konstruktif dari para pengunjung yang arif demi baiknya blog ini. Trimakasih atas segala dukungan atau apa pun yang menyangkut perbaikan Payung HatiQ. Setiap hamba pasti ada kurang dan lebih, kekurangan saya dan kita saat ini mungkin bisa akan lebih jika bersama saling memayungi hati. Akhirnya segala yang maha berada pada yang maha..

Wassalamu alaikum Wr. Wb.


Arman Saidi

Minggu, 10 September 2017

SENIORITAS VS SOLIDARITAS Part 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,
Salah satu do'a yang rutin dibaca Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam di pagi hari adalah "Allaahumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an warizqon thoyyiban wa’amalan mutaqobbalan". “Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan baik serta amalan yang diterima oleh-Mu.”(Musnad Imam Ahmad)
Ana tidak menyangka akan sekeras ini tanggapan dari senior-senior, semoga tanggapan yang keras ini bukan salah satu pertanda kerasnya hati atau matinya hati seseorang. Ana terigat dengan salah satu wejangan yang populer dan sangat relefan dengan keilmuan kita (Sarjana Kesehatan Masyarakat), "ingatlah bahwasanya didalam jasad ada segenggam daging (mudghoh) , ketika daging tersebut baik maka baik seluruh jasad, dan ketika rusak daging (mudghoh) tersebut maka rusak seluruh jasad, ingat dia adalah hati (Syarah Arba’in Nawawi).
Ana cukup paham dengan kondisi phisikologis seperti ini karena "senior selalu benar, dan jika salah, kembali kepasal 1". Jadi respon berlebih (over action) hingga bulling pasti akan muncul. Inilah yang ana takutkan dari konsep "Senioritas", dokterin jahilia yang diadopsi dari kaum kolonialis penjajah dan tak sadar telah menjadi dokma, paham dan terwariskan hingga generasi saat ini. Proses adopsi inilah yang dikemudian hari melahirkan eksis negative, yaitu orang-orang yang memiliki “sindrom senioritas”.
Senioritas secara etimologis adalah orang yang lebih tua, pengertian lebih luasnya adalah pemberian yang dikhususkan untuk orang yang lebih dituakan dalam berbagai hal, karena orang yang lebih tua biasanya dipandang lebih memiliki banyak pengalaman, kata senioritas adalah kata yang sudah sangat terkenal dalam kehidupan sehari-hari kita, baik dalam kehidupan masyarakat, lembaga pendidikan maupun tempat kerja. Dan sangat disayangkan pasti akan ada gap antara yang senior dan yang junior. Karena senioritas akan memisahkan kelompok secara sosial berdasarkan umur dalam jenjang pendidikan, pekerjaan dan lain-lain.
Namun begitulah, dalam sebuah kelompok, group atau organisasi dikenal dengan dinamika kelompok. Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. Dan sungguh sebuah keniscayaan apabila kita saling memberi masukan atau konsep pemikiran, baik itu pahit atau manis. Jadi, rileks saja menerima isue atau persoalan seperti ini (Biar mo rame kasa itu group eeyyy,,hihihihi maaf,,maaf,,maaf,,).
Sungguh sangat disayangkan jika tanggapan yang muncul adalah sebuah caci maki, bulling, cemoohan hingga marajuisme (logout). "Etah terangkanlah,,etah terangkanlah,,etah terangkanlah,,". Adapun tanggapan yang tidak nyambung dari tema seperti soal rezeki, nasib pekerjaan dan kekecewaan pribadi itu tidak profesionalis dan gagal paham. Soal rezeki dan kesuksesan itu sudah ada yang mengatur, yang saat ini dibawah belum tentu akan selalu dibawah, demikian sebaliknya (jangan sampai berbagngga diri).
Bukan pribadi yang ana counter dalam group tersebut, tapi soal konsep yang telah membudaya. Sehingganya, tanggapannya pun mestinya se kufu. Apa gunanya dalam satu kelompok jika tidak ada dinamik?. Malah tanggapan yang muncul lebih pada pembunuhan karakter seseorang. "Gimana mau maju adek-adeknya,,???". Kenapa jadi kebal keritik,,? karna lahir dari konsep yang keliru yaitu senior selalu benar. Ibarat mendidik seorang anak untuk tidak mengkambing hitamkan orang lain, namun disaat yang sama jika anak jatuh tersandung batu yang disalahkan adalah batunya. Apa hasil dari senioritas,,??? pasti ada, namun jika ditimbang-timbang lebih besar mudoratnya ketimbang manfaatnya.
Senioritas tidak berdasarkan asas keadilan, padahal seorang SKM harusnya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Salah satu contoh konkrit adalah chat yang dilayangkan oleh senior-senior, tanpa bantahan, tidak fair. Mungkin juga karena yang mengomentari (sebagian besar) tidak pernah merasakan bagaimana menjadi Junior. Yang ditakutkan, akan berimplikasi pada watak penjilat (koprolisme) atau parahnya munafik pada diri seorang junior karena setiap pendapatnya tidak diterima oleh senior (maaf,,maaf,,maaf,,). Akhirnya, matilah nurani dan karakter dari seseorang karena konsep senioritas.
Senioritas juga melahirkan watak angkuh dan egois. Padahal dalam lingkup pekerjaan, seorang jebolan SKM harus bermitra dengan lintas profesi kesehatan lainnya bahkan profesi lain diluar kesehatan. Tidaklah menjadi win win solution jika seorang tenaga SKM hanya mau menang sendiri. Konsekwensi logis dari egoistis atau kesombongan adalah kegagalan. Kita bisa melihat sendiri bagaimana perilaku oknum yang lahir dari rahim sebuah konsep senioritas.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Luqman:18).“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Bukhari dan Muslim).
Menanggapi soal dalil kitab suci yang dijadikan hujjah untuk menghalalkan "konsep senioritas" kurang tepat (Silahkan baca tafsir Ibnu Katsit tentang ayat tersebut). Konsep sederhana dan terbaik telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam tentang mendidik anggota baru, menyambut tamu atau mengkader (banyak referensi ilmiah tentang relefansi ilmu kesmas dengan syariat islam). Sangat naif jika ada yang berpendapan nanti, bahwa jangan mencampur adukkan islam dengan organisasi (semoga tidak akan ada).
Meskipun (kita tahu) bahwa para sahabat adalah orang yang paling cinta kepada Rasulullah, namun mereka tidak pernah berdiri menyambut kedatangan Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam, karena mereka tahu bahwa hal itu tidak disenangi Nabi Shalallohu ‘alaihi wa salam” (HR Tirmidzi, hadits hasan). Namun contoh sederhana, realita yang ada junior tidak bisa mengangkat kepala jika senior datang. Islam telah mengajarkan tentang kesetaraan, "duduk sama rendah berdiri sama tinggi".
Saudaraku yang aku cintai, ingatlah jabatan, kedudukan, ilmu, usia dan senioritas tidak layak dijadikan alasan untuk berbangga diri apalagi membusungkan dada “akulah orang besar”, akulah..akulah…akulah…!!!. Demi Allah..kedudukan dan jabatan yang kita kejar, yang kita rebutkan, yang kita iri hati karenanya, yang kita do’akan agar orang lain turun darinya dan kita menggantikannya…..semua itu bisa menjadi fitnah bagi kita, bahkan menjadi “sarana” dibenamkannya kita kedalam neraka Allah…naduzubillah…lalu apa yang kita kejar saudaraku..?? dan apa yang kita takutkan selain siksa Allah ??.
Senioritas adalah sebuah keniscayaan, akan ada adek (muda) dan kakak (tua). Namun konsep senioritas yang dianut selama ini adalah sebuah kekeliruan. Tidakkah kita memiliki cita-cita yang sama dan tentunya baik untuk bangsa ini. Lalu apa? Konsep yang seharusnya ditawarkan adalah solidaritas, bukan senioritas. Dalam Senioritas belum tentu akan ada solidaritas kalau pun ada itu jarang. Namun dalam solidaritas pasti akan menjunjung norma kesopanan, hormat menghormati antara yang senior dan junior.
Bagaimana islam mengajarkan kita tentang cara mendidik. Coba tengok kisah sahabat yang baru masuk islam, tidak ada diantara mereka yang telah lebih dulu memeluk islam merasa lebih baik dan berbangga diri, jahil pada yang baru, seenaknya membentak, bermuka masam dan kaku layaknya patung gajah mada. Tidak ada sahabat merasa "selalu benar dan tak pernah salah", harus dihormati dan diutamakan. Dalam setiap sesi harus mendapat undangan kehormatan, tidak begitu cara mendidik anak-anak baru.
Saudaraku yang mengharapkan ridho Allah, kita harus meneladani akhlaq para ulama salaf, dimana mereka ga ada yang merasa lebih hebat betapapun tinggi ilmu yang mereka miliki, bahkan ilmu kita dengan para ulama bagaikan langit dan sumur bor….jauuuh sekali tapi subhanallah, mereka sangat rendah hati, dan mereka tidak merasa lebih senior betapapun mereka lebih dahulu berbuat dalam da’wah dengan mengukir sejarah perjuangan membina umat, membela aqidah yang benar, menegakan sunnah dan aktivitas jihad mereka lebih banyak….lalu…dimanakah posisi kita jika dibandingkan dengan ulama –ulama salaf tersebut…???
Bahkan seorang sahabat senior Abdur-Rahman bin Auf sulit dibedakan dengan pelayannya, karena tidak nampak perbedaan mereka dalam bentuk lahiriyahnya”. Nabi Muhammad Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam juga sangat junior (nabi terakhir) dalam sejarah kenabian, namun tahukah bahwa jika nabi Adam Alaihi salam hingga Isa Alaihi salam ada dizaman Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wa salam maka mereka pasti akan mengikuti Rasulullah.
Kita tentu tahu Imam Syafii rahimahullah, imam mazhab yang sebagian besar diikuti oleh orang Indonesia. Dan kita juga tahu siapa Imam Ahmad Hambali rahimahullah. Mereka mencontohkan sikap tawadhu yang luar biasa dan patut kita contohi. Bagaimana Imam Syafii sebagai seorang yang lebih tua (senior) dari Imam Ahmad tulus belajar pada Imam Ahmad, padahal Imam Ahmad juga mengambil ilmu dari Imam Syafii.
Pun dari sejarah kemerdekaan Indonesia bagaimana kaum muda dengan semangatnya yang berapi-api menekan kaum politisi tua (senior dalam pergerakan nasional), hingga menggema pekikan kemerdekaan diseluruh penjuru tanah air. Bung Karno tidak merasa selalu benar, dapat kita bayangkan bagaimana jika Bung Karno tidak menghiraukan usulan kaum muda. Sehingganya, Kemerdekaan ada bukan karena senioritas tapi karena solidaritas. Namun demikian, darah muda identik dengan gelora semangat yang membakar, perlu dimaklumi,,
Dan karena keteladanan dan senioritas yang positif seperti itulah yang kita harapkan, yang kita perlu contoh dan kita tegakan. Hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala :“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At Taubah : 100).
Wallahu ‘alam bishowab.

To be continue..

Rabu, 30 Oktober 2013

Gorontalo Terbaik Duta Lingkungan Sehat STBM Tingkat Nasional

Gorontalo-Mewakili Indonesia Tengah, Ananda Putri Gusti Arsyad asal SD Negeri 27 Dungingi Kota Gorontalo suskses membawa nama Provinsi Gorontalo sebagai juara I dalam Pemilihan Duta Lingkungan Sehat melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (LS-STBM) pada peringatan Puncak Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sebudia (HCTPS) ke- 6 tahun 2013, Minggu (20/10) di Plaza barat Senayan, Jakarta.

Rabu, 24 Juli 2013

Hati-hati Food Borne Disease Pada Jajanan Berbuka

Ramadhan memang membawah berkah, hal ini juga dirasakan para pedagang. Selama bulan Ramadhan banyak aneka menu takjil berbuka yang dijajakkan dapat ditemui hampir disetiap tempat. Ramai lapak-lapak berjejeran ditepi jalan sampai-sampai hampir tak ada tempat untuk parkir kendaraan. Berbagai jenis kue dan minuman dijual dengan harga yang beragam. Hal ini juga cukup membantu para ibu rumah tangga untuk tidak repot-repot lagi membuat kue dan minuman berbuka untuk keluarga terutama mereka yang memiliki banyak kesibukan.

Tubuh Sehat, Ibadah Lancar

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"(Al Baqarah;183)

Ayat diatas memberikan informasi mengenai pentingnya puasa. Kewajiban puasa ditujukan pada orang-orang beriman yang meyakini tentang kebaikan yang dikandung dalam kewajiban berpuasa yaitu agar meningkat derajat takwa yang setinggi-tingginya sebagaimana juga diperintahkan pada orang-orang terdahulu. Namun perlu juga diingat bahwa tidak hanya memperoleh derajat takwa. Kebaikan lain yang bisa diperoleh dari puasa adalah meningkatnya derajat kesehatan individu dan secara keseluruhan juga berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Selasa, 23 Juli 2013

Fakta Miris Tentang Loper Koran

Sekitar akhir waktu dhuha atau pukul 10.30 lebih waktu Gorontalo dan sekitarnya, membisu dan kaku. Suhu ruangan Subag Program mulai hangat disusupi berkas-berkas terik matahari Gorontalo. Masing-masing sibuh dengan pekerjaannya, ada juga yang menyibukkan diri dengan kebanggaan prestasi dan ambisi. Bangku sebelahku masih kosong dan dingin. Dari jendela ruangan lantai dua tempatku menanti upah terlihat dua mobil mewah baru saja memarkir.

Kamis, 30 Mei 2013

Sayyidul Istighfar,,rajanya istighfar,,semoga menenangkan hati kita,,


HAS COME

Bismillahi arrahman arrahim, apa kabar?
Jika menelisik jauh kebelakang, ternyata sekian lama kita tak bersilaturahmi, saling sapa, nasihat-menasihati dan bergotong royong dalam kebaikan. Tertinggal sekian usaha menjadikan kita saling acuh dan lupa diri. Tak jarang sesuatu yang luarbiasa sesalnya mungkin telah teralami oleh kita. Demikian juga dengan saya, hantaman cobaan gagal teratasi oleh saya. Beberapa kali jatuh tersungkur bahkan hilang kesadaran dalam beberapa waktu. Ketika itu ada saat kita tidak lagi tau siapa dan untuk apa kita. Dengan tiba-tiba sadar bahwa saat itu sedang dalam badai besar. Tak ada satu suara terdengar yang dapat memancing harap, demikian juga pandangan yang suram dan mencekam semakin menyergap.

Rabu, 11 Januari 2012

Rekayasa Dunia Abad baru


Dipelataran negeri yang tandus penuh sesak
Menopang sejuta harapan
Berbicara semboyan-semboyan restu paduka raja
Untuk alur peradaban masa depan
Seakan tak ada gunda yang perlu diteriaki
Semua salah dan lantang

Barisan-barisan duka menyembah derma
Dengan harap candu yang kosong
Teriakan mereka selalu jadi maskot suatu bangsa
Yang digunjingkan dunia lewat globalisasi

Ini kemelut yang selalu ada dan tak ada jenuh
Sisi yang bersebrangan pada mata uang, kemudian dihakikatkan
Infestasi perubahan oleh kesejahteran
Tak ada penantian

Kemaharajaan fikiran raja-raja
Ocehan dan riset ulul albab
Bualan alim ulama
Anarki serdadu-serdadu kutu negeri
Tak terbendung dan tak terkalahkan, Katanya...
Merekalah manisia di abad ini

Apa ini suatu keniscayaan..???
Kewajaran hidup yang karna itu butuh pasrah dan menerima kodrat...???
Terlalu singkat hidup untuk diartikan sebagai narasi waktu
Diatur bait perbait usia, membangun kondisi insan dan ordo
Memang semua tak akan sama, tapi butuh keserasian
Sama dan beda adalah kekal

Wahai...khalifah-khalifah yang berdiri di atas kitab dan sunah
Atau kau yang dengan perpustakaan
Kokang senjata dan sangkur keangkuahan
Mereka tau siapa saja yang tersingkir oleh waktu
Mereka dapat menerka bintik-bintik kematian
Mereka yang rela kau jadikan properti nusantara
Dan hanya pada mereka kau diskusikan demokrasi rakitan

Lalu apa yang harus disingkirkan..???
Tuhan pun mulai linglung dengan aturannya
Kitalah tuhan...


Orange, 31/12/2009

Ane

Don't be sad


”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)
Malam itu saya sedang santai diruangan Subagprogram tempat saya bekerja setelah selesai memposting berita tentang kegiatan kantor yang tadi siang sukses diselenggarakan oleh teman-teman panitia pelaksana. Tak terasa waktu diarloji telah menunjukkan pukul 20.43 wita, saya tidak kaget dengan jam diarloji saya, hanya saja saya belum shalat Isya. Saya biasanya kembali ke kos sekitar pukul 22.00 wita (maklum Jomblo) dan juga apabila sudah merasa ngantuk.

Rabu, 06 Juli 2011

Khalifah

Sabda Rasulullah s.a.w., “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat”.
Khalifah Abu bakar Assiddiq ra pernah berpidato saat dilantik menjadi pemimpin ummat sepeninggalan Rasulullah Saw yang mana inti dari isi pidato tersebut dapat dijadikan pegangan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Isi pidato tersebut diterjemahkan sebagai berikut:
“Saudara-saudara, Aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik diantara kalian semuanya, untuk itu jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskanlah aku. Sifat jujur itu adalah amanah, sedangkan kebohongan itu adalah pengkhianatan. ‘Orang lemah’ diantara kalian aku pandang kuat posisinya di sisiku dan aku akan melindungi hak-haknya. ‘Orang kuat’ diantara kalian aku pandang lemah posisinya di sisiku dan aku akan mengambil hak-hak mereka yang mereka peroleh dengan jalan yang jahat untuk aku kembalikan kepada yang berhak menerimanya. Janganlah diantara kalian meninggalkan jihad, sebab kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah Swt. Patuhlah kalian kepadaku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika aku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada kewajiban bagi kalian untuk mematuhiku. Kini marilah kita menunaikan sholat semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua”.
Ada 7 poin yang dapat diambil dari inti pidato khalifah Abu Bakar r.a ini, diantaranya:
1. Sifat rendah hati. Pada hakikatnya kedudukan pemimpin itu tidak berbeda dengan kedudukan yang dipimpin. Ia bukan orang yang harus terus di istimewakan. Ia hanya sekedar orang yang harus didahulukan selangkah dari yang lainnya karena ia mendapatkan kepercayaan dalam memimpin dan mengemban amanat. Ia seolah pelayan umat yang diatas pundaknya terletak tanggungjawab besar yang mesti dipertanggungjawabkan. Kerendahan hati biasanya mencerminkan persahabatan dan kekeluargaan, sebaliknya ke-egoan mencerminkan sifat takabur dan ingin menang sendiri.
2. Sifat terbuka untuk dikritik. Seorang pemimpin haruslah menanggapi aspirasi-aspirasi umat dan terbuka untuk menerima kritik-kritik sehat yang membangun dan konstruktif. Tidak seyogiayanya menganggap kritikan itu sebagai hujatan, dan menganggap orang yang mengkritik sebagai lawan. Tetapi harus diperlakukan sebagai “mitra”dengan kebersamaan dalam rangka meluruskan dari kemungkinan buruk yang selama ini terjadi untuk membangun kepada perbaikan dan kemajuan.
3. Sifat jujur dan memegang amanah. Kejujuran yang dimiliki seorang pemimpin merupakan simpati umat terhadapnya yang dapat membuahkan kepercayaan dari seluruh amanat yang telah diamanahkan. Pemimpin yang konsisten dengan amanat umat menjadi kunci dari sebuah kemajuan dan perbaikan
4. Sifat berlaku adil. Keadailan adalah konteks real yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Keadilan bagi manusia tidak ada yang relatif. Islam meletakkan soal penegakan keadilan itu sebagai sikap yang esensial. Seorang pemimpin harus mampu menimbang dan memperlakukan sesuatu dengan seadil-adilnya bukan sebaliknya berpihak pada seorang saja atau berat sebelah.
5. Komitmen dalam perjuangan. Sifat pantang menyerah dan konsisten pada konstitusi bersama bagi seorang pemimpin adalah penting. Teguh dan terus Istiqamah dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Pantang tergoda oleh rayuan dan semangat menjadi orang yang pertama di depan apabila ada yang hendak mengganggu kelancaran jalannya organisasi.
6. Bersikap Musyawarah. Dalam term ini pemimpin tidak sembarang memutuskan sebelum adanya musyawarah diantara orang-orang disekelilingnya dan umat. Sebab dengan keterlibatan umat terhadap pemimpinnya dari sebuah kesepakatan bersama akan memberikan kepuasan, sehingga apapun yang akan terjadi baik buruknya bisa ditanggung bersama-sama.
7. Berbakti dan mengabdi kepada Allah. Dalam hidup ini segala sesuatunya takkan terlepas dari pandangan Allah, manusia bisa berusaha semampunya dan sehebat-hebatnya namun yang menentukannya adalah Allah. Hubungan seorang pemimpin dengan Tuhannya tak kalah pentingnya yaitu dengan berbakti dan mengabdi kepada Allah. Semua ini dalam rangka memohon pertolongan dan ridho Allah semata. Dengan senantiasa berbakti kepada-Nya terutama dalam menegakkan sholat lima waktu contohnya, seorang pemimpin akan mendapat hidayah untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang keji dan tercela. (Tim redaksi – dari berbagai sumber)

Selasa, 25 Januari 2011

ASAL LASA

Entah siapa yang pertama di zaman ini begitu yakin mengakui keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Dimulai dari mana keberadaan yang dianggap ada saat ini, dan mereka selalu menggunakan pendahulu. Begitu juga kata mereka dahulu, begitu percaya kepada yang terdahulu. Semua menggunakan waktu sebagai jawaban, mesti tak disadari, itu keyakinan mereka.

Yang ku tahu lima dari pengindraanku
Halus,indah,manis,wangi dan merdu
Apa itu yang dinilai baik..?
Tentu piciklah jika lidah mengenyam arang
Padahal rasa hadir dari hal yang berbeda

Begitupun ketika mereka meyakini
Hal yang begitu beda dianggap salah
Atau memang semua merasa tahu akan keyakinannya
Melotot dan berotot sambil menonjok
Lagaknya membentak dan berontak

Darimana keyakinan itu diyakini..?
Sedangkan yang ku tahu pengindraan itu hanya lima

Andai mata dapat mencium amisnya darah
Atau hidung dapat melihat curamnya jurang
Masihkah ada yang perlu diyakini..?
Sedangkan yang ku tahu pengindraan itu hanya lima

Kamis, 04 November 2010

Pengantar

Assalamu alaikum Wr. Wb.
        Segala puji dan pujaan hanya untuk sang penguasa hati dan seluruh jagad, tiada yang pantas disembah kecuali hanya kepada-Nya, Dialah Allah azawajallah tuhannya tuhan dan rajanya raja. Dan salam rindu teruntuk kekasih-Nya Muhammad bin Abdullah.
       Blog ini di dedikasikan bagi semua pengunjung, dengan niat untuk berbagi informasi. Bukan untuk bergunjing atau memfitnah golongan atau perseorangan yang sempat termuat di blog ini. Blog ini juga diharapkan dapat memuat semua permasalahan atau isyu-isyu yang berkembang saat ini yang menyangkut segala bidang dan aspek kehiduapan, baik dalam skala global, nasional, regional maupun lokal.
        Berikutnya, Insya Allah apa yang termuat dalam blok ini bisa bermanfaat bagi setiap pengunjung, paling tidak dapat menjadi payung hati yang kepanasan karena teriknya zaman atau juga dapat memayungi hati yang basah kuyuk dari guyuran hujan ideologi. Satu pesan untuk kita semua "Imani diri sendiri..!!!''.
       Demikian dari saya, mohon bantuan saran atau masukan lainnya yang bersifat konstruktif dari para pengunjung yang arif demi baiknya blog ini. Trimakasih atas segala dukungan atau apa pun yang menyangkut perbaikan Payung HatiQ. Setiap hamba pasti ada kurang dan lebih, kekurangan saya dan kita saat ini mungkin bisa akan lebih jika bersama saling memayungi hati dari terpaan terik dan hujan. Akhirnya segala yang maha berada pada yang maha..

Wassalamu alaikum Wr. Wb.